Report this | Email | Print
Konon doa yang mustajab
itu bisa berasal dari orang
(makhluk), tempat dan
waktu. Maksudnya ada
waktu – waktu mustajab
untuk berdoa, seperti
sepertiga malam yang akhir
dan sehabis sholat wajib.
Juga ada tempat – tempat
yang mustajab untuk
berdoa, seperti ketika
wukuf di arafah, di
multazam, dan beberapa
tempat lain di seputaran
tanah harom. Nah, untuk
orang atau makhluk yang
mustajab doanya seperti doa
kedua orang tua, doa para
nabi, doa imam yang adil,
doa orang yang teraniaya
dan tentunya doa para
malaikat. Nah, bagaimana
cara memperoleh yang
terakhir ini? Dari
penelusuran yang saya
lakukan saya mendapatkan
puluhan jalan untuk
mendapatkan doa para
malaikat ini. Setiap hari
bahkan.
Dari Ibnu Umar r.a., dia
berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “Barangsiapa yang
tidur dalam keadaan suci,
maka malaikat akan
bersamanya di dalam
pakaiannya. Dia tidak akan
bangun hingga Malaikat
berdoa ‘Ya Allah, ampunilah
hambamu si fulan karena
tidur dalam keadaan suci ”.
(Imam Ibnu Hibban
meriwayatkan dalam
Shahihnya)
Juga diriwayatkan dari Ibnu
Abbas r.a. bahwa Rasulullah
SAW bersabda, “Sucikanlah
tubuh – tubuh ini, semoga
Allah mensucikan kalian,
karena tidaklah seorang
hamba tidur dalam keadaan
suci, kecuali seorang
malaikat ikut bermalam
dalam pakaiannya, dia tidak
membalikkan badannya
sesaat diwaktu malam
kecuali malaikat itu berdoa,
‘ Ya Allah ampunilah
hambaMu yang tidur dalam
keadaan suci ’.” (Rowahu At-
Thobroni di dalam Mu’jam al-
Ausath dengan sanad jayyid)
Maksud suci di sini adalah
mempunyai wudhu. Jadi
ketika kita pergi tidur dalam
keadaan masih mempunyai
wudhu, berarti kita
mendapat doa dari malaikat
dan berarti mendapat
ampunan dari Allah. Inilah
tidur yang berpahala. Siapa
yang tidak ingin meraih
pahala ini?
Sayangnya jarang yang bisa
mengamalkan (baca memilih
amalan ini). Boro – boro mau
menjaga wudhu, baca doa
mau tidur saja kadang
kelewatan. Lupa, walau
versi pendek sekalipun.
Apalagi yang panjang. Dan
tak jarang, habis “amal
sholih” langsung tek sek.
Mendengkur tidur. (Habis
enak sih) Malas untuk bersih
– bersih dan wudhu dulu
sebelum tidur. Padahal,
haditsnya menganjurkan
untuk wudhu dulu sebelum
tidur. Ini sebagai keringanan
untuk tidak langsung mandi
junub. Tapi itulah manusia
banyak pepeko dan tawar –
menawar. Udah dikasih
keringanan, maunya gratis.
Dikasih hati ngrogoh
rempelo. Cuma disuruh
wudhu saja, tapi
melupakannya. Iya toh …!
Nah, sebenarnya ringan kan?
Kalau dipikir – pikir,
gampang kan? Cuma
menjaga wudhu tok loh.
Oleh karena itu mari kita
coba. Wudhu sebelum tidur
atau masih dalam keadaan
suci ketika berangkat ke
tempat tidur. Sebab hasilnya
pol; diampuni dosa – dosa
kita. Dan malaikat yang
mendoakannya, langsung ke
Allah. Hebring kan …! Di saat
kita tidur ada yang
memintakan ampun. Rugi
kalau tidak dicoba.
oleh: Faizunal Abdillah
Views - Today : 635 Total : 635

Comments :

Characters: 0/30000

Please answer :0 + 7 =

GCtly0 nshijzebjmvk, [url=http://dgvcwveuwyje.com/]dgvcwveuwyje[/url], [link=http://uohyacykoznq.com/]uohyacykoznq[/link], http://gayzyxpipocy.com/

2010-08-18 16:46