Report this | Email | Print
Sebuah cerita Tentang Pendakian...



Nail gunung.. pernahkah kamu melakukannya? sudah? gunung apa? dimana? bagaimana perasaanmu waktu mendakinya? hah? belum? kenapa? kenapa kamu tidak mencoba? tidak berani? tidak mampu? apa buktinya? apakah kamu bisa membuktikan ketidakmampuanmu???



Ah cukup basa-basinya. Banyak hal yang dapat diceritakan saat kita mendaki gunung. Pertama adalah mengapa kita mendaki gunung? Mendaki gunung adalah hal yang sangat melelahkan. Kita harus membawa semua perlengkapan dalam sebuah ransel yang besar dan melalui medan yang sulit dan berbahaya (oksigen dan suhu rendah, hutan, jurang, cuaca buruk dll) hanya untuk menuju sebuah puncak (kemudian turun lagi). Aku juga tak habis pikir kenapa aku sangat menyukainya menurutku terdapat banyak sekali hal-hal menakjubkan yang selalu kujumpai saat mendaki gunung. Coba bayangkan saat kita berada di puncak setinggi 3000 meter (atau lebih) sejauh mata memandang hanya terlihat langit dan bumi yang dipisahkan oleh cakrawala... Tiap-tiap gunung memiliki keunikannya tersendiri. Kita tidak dapat membandingkan mana yang lebih indah antara gunung merbabu dengan gunung lawu karena kita akan mendapatkan cerita yang berbeda saat kita mendaki. Bahkan untuk gunung yang sama sekalipun memiliki keunikan tertentu di musim-musim tertentu. Misalnya pada bulan-bulan agustus dimana cuaca sedang dingin-dinginnya kadangkala bunga-bunga dan daun-daun diselimuti embun yang telah membeku sehingga terlihat menakjubkan.



Gunung-gunung di pulau jawa seperti merbabu, lawu, merapi, sumbing, dan sindoro (gunung di daerah jawa tengah) pada umumnya memiliki rute pendakian yang pendek (tidak sampai 20 km) dan relatif mudah untuk didaki. Mendaki gunung memang mudah, kita tinggal mempersiapkan fisik yang baik dan perlengkapan yang sesuai. Tetapi inti dari sebuah pendakian yang sesungguhnya bukan hanya itu. Jika kita termasuk kuat mendaki bisa saja kita menyelesaikan pendakian dalam setengah hari sendirian. Tetapi jika kita mendaki dalam kelompok yang berisikan orang-orang yang kurang kuat berjalan, tidak tahan dingin, manja, dsb apa yang akan kita lakukan? Kita tidak mungkin meninggalkan teman-teman kita saat mendaki (apalagi jika dia adalah seorang yang lemah) itulah seni dalam mendaki gunung. Pada kondisi yang sulit seseorang akan dengan mudah terbongkar sifat aselinya dan akan segera kelihatan siapa sebenarnya yang egois, yang manja, dan yang benar-benar tangguh.



Karena itulah mendaki gunung selain memberikan pengalaman yang hebat juga bermanfaat untuk belajar banyak hal. Di medan gunung yang berat, kita dapat belajar akan pentingnya nilai-nilai kebersamaan, manajemen perjalanan, pentingnya mencintai dan menjaga kelestarian alam dan lain lain.. yeah! itulah sedikit cerita tentang pendakian sepertinya terdengar seperti omong kosong yang tidak berguna haha. Tetapi semua itu adalah apa yang kudapatkan dan kupelajari dari alam. Alam adalah sekolah terbaik, Teman adalah guru terbaik, dan pengalaman adalah ilmu yang sangat berharga...



Dengan mendaki aku memahami bahwa kita akan kuat jika bersama-sama dan bukannya hancur karena bersama..



Dengan kebersamaan aku memahami bahwa kita akan mencapai puncak keberhasilan bersama-sama..

Kebersamaan menjadikan kita kuat.. Sehingga kita tetap dapat tertawa walau di tengah badai sekalipun...


Views - Today : 403 Total : 403

Comments :

Characters: 0/30000

Please answer :1 + 0 =

gfhu9V gbleklmwohng, [url=http://ufdfyfgmdldv.com/]ufdfyfgmdldv[/url], [link=http://rjlxkvohnlan.com/]rjlxkvohnlan[/link], http://lgvrnwrjfnjz.com/

2010-08-17 22:31